Tinkerbell Wonderful life's: articel
Showing posts with label articel. Show all posts
Showing posts with label articel. Show all posts

Thursday, July 5, 2012

My Inspiration

Female
25 Oktober 1984, Santa Barbara, California, AS

Katy Perry terlahir dengan nama Katheryn Elizabeth Hudson pada tanggal 25 Oktober 1984 di California, AS. Katy memutuskan menggunakan nama gadis ibunya lantaran khawatir dikira sama dengan aktris Kate Hudson.

Sejak kecil Katy sudah terbiasa mendengarkan musik-musik gospel. Ia bahkan sering ikut dalam kegiatan paduan suara di gereja. Sebelum memutuskan untuk pindah ke Los Angeles, Katy sebenarnya sudah sempat melepas satu album berjudul KATY HUDSON lewat label Red Hill Records.

Katy memiliki hubungan yang cukup lama dengan Travie McCoy, namun pada akhirnya dia menikah dengan Russell Brand pada 23 Oktober 2010 dalam upacara tradisional Hindu di dekat tempat perlindungan harimau Ranthambhore di Rajasthan, India, lokasi yang sama dimana Brand telah melamarnya.

Setelah 14 bulan pernikahan mereka, terjadi pertengkaran yang mengakibatkan retaknya hubungan Katy dan Brand. Keduanya memutuskan untuk memasukkan berkas perceraian mereka sebelum menikmati libur Natal 2011. Katy meminta Brand yang mengajukan gugatan cerai, demi menghormati orang tua Katy yang pendeta.

KARIR
Katy pernah merilis album rohani yang diberi judul sama seperti namanya pada tahun 2001 sebagai Katy Hudson. Namun album tersebut kurang sukses. Dia kemudian merekam album dengan tim produksi The Matrix dan menyelesaikan sebagian besar album solo 2004-05, yang keduanya tidak satu pun dirilis.

Saat berusia 18 tahun, Katy memutuskan pindah ke Los Angeles dan sempat bergabung dengan tim The Matrix. Bersama Glen Ballard, ia sempat merekam tiga lagu yang membuahkan gelar The Next Big Thing yang diberikan majalah Blender pada bulan Oktober 2004. Salah satu lagu yang direkamnya bersama Ballard akhirnya dirilis sebagai soundtrack film THE SISTERHOOD OF THE TRAVELING PANTS.

Tahun 2007, Katy menandatangani kontrak dengan Capitol Music Group dan mengganti nama panggungnya menjadi Katy Perry. Ia kemudian merilis single pertamanya yang berjudul Ur So Gay pada bulan November. Lagu tersebut cukup menyedot perhatian publik walau tak masuk dalam daftar tangga lagu.

Awal ketenarannya didapat setelah merilis single keduanya I Kissed a Girl pada tahun 2008. Kali ini, Katy berhasil menduduki puncak tangga lagu internasional. Kemudian, pada tahun yang sama, album pertama PERRY ONE OF THE BOYS menjadi album terlaris ke-33 di seluruh dunia pada tahun 2008.

Album TEENAGE DREAM kemudian dirilis pada bulan Agustus 2010 dan memulai debutnya di puncak tangga Billboard 200. Album ini memasukkan hit singel California Gurls, Teenage Dream, Firework, E.T. dan Last Friday Night (T.G.I.F.), yang semuanya telah menduduki puncak tangga lagu di Billboard Hot 100.

Dengan single E.T. yang bertengger di posisi nomor satu tangga lagu pada 12 Mei 2011, Katy menjadi artis pertama dalam sejarah yang melewatkan satu tahun penuh, selama 52 minggu berturut-turut di 10 besar Billboard Hot 100.

Tak hanya berkutat dengan menyanyi dan bermain musik saja, Katy berkesempatan menjadi juri tamu di seri ketujuh dari acara televisi Inggris, The X Factor. Katy juga merilis sebuah parfum yang diberi nama Purr. Dalam dunia film, Katy pun mendapat bagian menjadi pengisi suara Smurfette dalam film tahun 2011, THE SMURFS.

Katy Perry akan berkunjung ke Indonesia dalam rangka konser yang akan digelar di Sentul International Convention Center pada tanggal 19 Januari 2012. Konser dari rangkaian tur California Dreams ini akan menjadi konser pertama Katy Perry di tahun 2012.

Sunday, July 1, 2012

Sejarah Cokelat

Segelas cokelat panas. Menurut sejarahnya Cokelat pada awalnya diminum dan tidak dimakan.
Cokelat dihasilkan dari kakao (Theobroma cacao) yang diperkirakan mula-mula tumbuh di daerah Amazon utara sampai ke Amerika Tengah. Mungkin sampai ke Chiapas, bagian paling selatan Meksiko. Orang-orang Olmec memanfaatkan pohon dan, mungkin juga, membuat “cokelat” di sepanjang pantai teluk di selatan Meksiko. Dokumentasi paling awal tentang cokelat ditemukan pada penggunaannya di sebuah situs pengolahan cokelat di Puerto Escondido, Honduras sekitar 1100 -1400 tahun SM. Residu yang diperoleh dari tangki-tangki pengolahan ini mengindikasikan bahwa awalnya penggunaan kakao tidak diperuntukkan untuk membuat minuman saja, namun selput putih yang terdapat pada biji kokoa lebih condong digunakan sebagai sumber gula untuk minuman beralkohol.
Residu cokelat yang ditemukan pada tembikar yang digunakan oleh suku Maya kuno di Río Azul, Guatemala Utara, menunjukkan bahwa Suku Maya meminum cokelat di sekitar tahun 400 SM. Peradaban pertama yang mendiami daerah Meso-Amerika itu mengenal pohon “kakawa” yang buahnya dikonsumsi sebagai minuman xocolātl yang berarti minuman pahit. Menurut mereka, minuman ini perlu dikonsumsi setiap hari, entah untuk alasan apa. Namun, tampaknya cokelat juga menjadi simbol kemakmuran. Cara menyajikannya pun tak sembarangan. Dengan memegang wadah cairan ini setinggi dada dan menuangkan ke wadah lain di tanah, penyaji yang ahli dapat membuat busa tebal, bagian yang membuat minuman itu begitu bernilai. Busa ini sebenarnya dihasilkan oleh lemak kokoa (cocoa butter) namun kadang-kadang ditambahkan juga busa tambahan. Orang Meso-Amerika tampaknya memiliki kebiasaan penting minum dan makan bubur yang mengandung cokelat. Biji dari pohon kakao ini sendiri sangat pahit dan harus difermentasi agar rasanya dapat diperolah. Setelah dipanggang dan dibubukkan hasilnya adalah cokelat atau kokoa. Diperkirakan kebiasaan minum cokelat suku Maya dimulai sekitar tahun 450 SM - 500 SM. Konon, konsumsi cokelat dianggap sebagai simbol status penting pada masa itu. Suku Maya mengonsumsi cokelat dalam bentuk cairan berbuih ditaburi lada merah, vanila, atau rempah-rempah lain. Minuman Xocoatl juga dipercaya sebagai pencegah lelah, sebuah kepercayaan yang mungkin disebabkan dari kandungan theobromin di dalamnya.
Ketika peradaban Maya klasik runtuh (sekitar tahun 900) dan digantikan oleh bangsa Toltec, biji kokoa menjadi komoditas utama Meso-Amerika. Pada masa Kerajaan Aztec berkuasa (sampai sekitar tahun 1500 SM) daerah yang meliputi Kota Meksiko saat ini dikenal sebagai daerah Meso-Amerika yang paling kaya akan biji kokoa. Bagi suku Aztec biji kokoa merupakan “makanan para dewa” (theobroma, dari bahasa Yunani). Biasanya biji kokoa digunakan dalam upacara-upacara keagamaan dan sebagai hadiah.
Cokelat juga menjadi barang mewah pada masa Kolombia-Meso Amerika, dalam kebudayaan mereka yaitu suku Maya, Toltec, dan Aztec biji kakao (cacao bean) sering digunakan sebagai mata uang . Sebagai contoh suku Indian Aztec menggunakan sistem perhitungan dimana satu ayam turki seharga seratus biji kokoa dan satu buah alpukat seharga tiga biji kokoa
Sementara tahun 1544 M, delegasi Maya Kekchi dari Guatemala yang mengunjungi istana Spanyol membawa hadiah, di antaranya minuman cokelat.
Cokelat cair.
Di awal abad ke-17, cokelat menjadi minuman penyegar yang digemari di istana Spanyol. Sepanjang abad itu, cokelat menyebar di antara kaum elit Eropa, kemudian lewat proses yang demokratis harganya menjadi cukup murah, dan pada akhir abad itu menjadi minuman yang dinikmati oleh kelas pedagang. Kira-kira 100 tahun setelah kedatangannya di Eropa, begitu terkenalnya cokelat di London, sampai didirikan “rumah cokelat” untuk menyimpan persediaan cokelat, dimulai di rumah-rumah kopi. Rumah cokelat pertama dibuka pada 1657.
Pada tahun 1689 seorang dokter dan kolektor bernama Hans Sloane, mengembangkan sejenis minuman susu cokelat di Jamaika dan awalnya diminum oleh suku apothekari, namun minuman ini kemudian dijual oleh Cadbury bersaudara .
Semua cokelat Eropa awalnya dikonsumsi sebagai minuman. Baru pada 1847 ditemukan cokelat padat. Orang Eropa membuang hampir semua rempah-rempah yang ditambahkan oleh orang Meso-Amerika, tetapi sering mempertahankan vanila. Juga mengganti banyak bumbu sehingga sesuai dengan selera mereka sendiri mulai dari resep khusus yang memerlukan ambergris, zat warna keunguan berlilin yang diambil dari dalam usus ikan paus, hingga bahan lebih umum seperti kayu manis atau cengkeh. Namun, yang paling sering ditambahkan adalah gula. Sebaliknya, cokelat Meso-Amerika tampaknya tidak dibuat manis.
Cokelat Eropa awalnya diramu dengan cara yang sama dengan yang digunakan suku Maya dan Aztec. Bahkan sampai sekarang, cara Meso-Amerika kuno masih dipertahankan, tetapi di dalam mesin industri. Biji kokoa masih sedikit difermentasikan, dikeringkan, dipanggang, dan digiling. Namun, serangkaian teknik lebih rumit pun dimainkan. Bubuk cokelat diemulsikan dengan karbonasi kalium atau natrium agar lebih mudah bercampur dengan air (dutched, metode emulsifikasi yang ditemukan orang Belanda), lemaknya dikurangi dengan membuang banyak lemak kokoa (defatted), digiling sebagai cairan dalam gentong khusus (conched), atau dicampur dengan susu sehingga menjadi cokelat susu (milk chocolate).

Saturday, June 16, 2012

Ariel (The Little Mermaid)

Ariel is a fictional character and the lead protagonist of Walt Disney Pictures' twenty-eighth animated film The Little Mermaid (1989). She subsequently appears in the film's prequel television series, direct-to-video sequel The Little Mermaid II: Return to the Sea (where her daughter takes over as the protagonist, while Ariel is a secondary character instead) and direct-to-video prequel The Little Mermaid: Ariel's Beginning. 
Ariel is voiced by Jodi Benson in all animated appearances and merchandise. 
She is the fourth Disney Princess and the only one to become a mother.
Ariel has a very distinctive appearance, with her long, flowing red hair, blueeyes, greenish-blue tail, and a purple seashell bikini top.
 In the films and television series she is the youngest daughter of King Triton and Queen Athena.
 She is often rebellious, and in the first film longs to be a part of the human world.
 She marries Prince Eric, whom she rescued from a shipwreck, and together they have a daughter, Melody.
The character is based on the protagonist of Hans Christian Andersen's "The Little Mermaid" story, but was developed into a different personality for the 1989 animated film adaptation. Ariel has received a mixed reception from critics; some publications such as Time criticize her for being too devoted to her man whereas others, such as Empire, praise the character for her rebellious personality, a departure from previous Disney Princesses.